Berita

47% Mahasiswa Baru UGM dari Keluarga Kurang Mampu

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menerima sebanyak 10 ribu mahasiswa baru tahun ajaran 2014-2015. Mahasiswa baru UGM itu hampir setengahnya berasal dari keluarga kurang mampu. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Universitas Gadjah Mada, Budi Santoso Wignyosukarto, mengatakan, sekitar 47% dari 10 ribu mahasiswa baru UGM berasal dari kelompok keluarga miskin. Bahkan jumlah mahasiswa kurang mampu yang masuk ke UGM dari tahun ke tahun makin bertambah. Meski sudah ada beasiswa Bidik Misi yang menanggung sekitar 1000-1500 orang mahasiswa, namun selebihnya menjadi tanggungan UGM untuk mencarikan beasiswa lain dari berbagai sumber. "Hanya 53 persen mahasiswa baru yang membayar penuh," kata Budi di ruang Balai Senat UGM, Yogyakarta, Jumat 3 Oktober 2014. Budi menjelaskan dengan bertambahnya jumlah mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu menyebabkan jumlah biaya yang harus dikeluarkan UGM juga bertambah. "Yang kita lakukan adalah melakukan efisiensi dana dan tingkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan," kata Budi. Menurut Budi mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah di antaranya menjadi tanggungan UGM dikarenakan mahasiswa yang bersangkutan tidak menyelesaikan studi tepat waktu atau 4 tahun. Sementara beasiswa Bidik Misi hanya berlaku selama 8 semester atau 4 tahun. "Jika ada mahasiswa studinya lambat, jadi lima tahun, setahunnya siapa yang biayai? Ini membutuhkan kebijakan dan perhatian kita," katanya. Di hadapan penerima SK CPNS yang baru, Budi berharap mereka terus meningkatkan kinerja. Saat ini UGM memiliki sekitar 7.500 pegawai yang terdiri tenaga pendidik dan kependidikan. Mereka melayani 57 ribu mahasiswa yang kuliah di UGM.

  Tentang kami

Kami adalah sekelompok alumni UGM yang terwadah di dalam Kagama.

  Gambar Terakhir
  Hubungi Kami
  KAGAMA Office

TBD.

Tel : -
Email : [email protected]
TBD.