Kolom

Tragedi buah apel?

Menemukan celana dalam wanita yang bukan miliknya didalam plastik pakaian kotor suaminya sepulang dari perjalanan luar kota, sangat mengagetkan Lastri.Lastri sangat sedih, dan merasa jijik! Dengan suara sedih dan bingung, Lastri menelponku " Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lirih. Aku snagt sedih juga dan ikut deg2an. "Lastri..." kataku " Ya mbak.." ." Bagaimana perasaanmu?" " Nggak tahu mbak, hatiku sakit". Aku bisa merasakan, tapi celana dalam tidak bisa ditanyai. Yang bisa ditanyai adalah suaminya. " Lastri, tunjukkan saja celana dalam itu dan tanyai suamimu. Aku tahu, apapun yang dikatakannya tidak akan menjawab pertanyaanmu. Cobalah mendengarkan penjelasannya. Saat ini berlakulah? kamu seperti ibunya". Karena tidak sabar, lastri memutuskan menelpon suaminya yang sedang dikantor " Pak, sedang apa? Aku bisa bicara sebentar?". " Aku sedang meeting, ada hal yang sangat penting?" . " Penting, nggak penting Pak". "Ok, nanti aku telpon balik ya kalau meeting sudah selesai". Lastri mengenal suaminya dengan baik. Menurutnya, suaminya adalah orang yang keras, semua diperhitungkan secara hati2. Suaminya, tipe orang yang tidak mau berisiko. Apakah selama ini dia salah? Tiba-tiba suara telpon berdering " Ada apa Bu?". " Pak aku menemukan celana dalam wanita dewasa didalam pakaian kotormu kemarin dari luar kota. Apakah kamu bisa menjelaskan?" Jawab suaminya: " Aku tidak tahu dan tidak bisa menjelaskan". Nada suaminya datar dan tidak menunjukkan ekspresi suara yang aneh. Lastri menjawab " Ya sudah, kita bicarakn nantikalau kamu sudah pulang" Jawabnya sangat dewasa. Tidak berapa lama, suaminya sudah nongol dipintu rumah. Lastri tersenyum " Cepat sekali sampai rumah" katanya ke suami antara menggoda dan dingin. " Tunjukkan padaku, mana celana dalam wanita itu!". " Itu didalam kamar tergantung dipintu". " Jelek amat celana dalamnya" katanya. " Lah, celana dalam untuk laki2 apa begitu penting?yang penting kan isinya" kata Lastri dengan dingin. " Aku tidak bisa menjelaskan" kata si suami . " Ya nggak apa2, itu sudah menjelaskan semuanya" kata Lastri lirih. " Satu malam dikota itu, aku minta hotel untuk memberiku pemijat untuk memijatku, karena aku capek sekali, dan tidak ada kegiatan selain memijatku. Kamu boleh percaya boleh tidak". "Apakah mungkin, pemijat itu pulang tanpa celana dalam?" kata Lastri sambil memicingkan matanya ke suami. " Aku tidak tahu. Dia minta uang tip lebih besar tapi aku gak kasih..mungkin itu membuatnya marah" . pungkas suaminya. Setelah mengambil nafas, Lastri berkata " apapun yang kamu katakan, bagiku 50:50. antara percaya dan tidak percaya. Hal ini jelas melukai persaanku, yang tahu cuma kamu. Menurutku, kamu berhak mendapat kebahagiaan dan punya kebebasan. Tapi ingat, sebagai orang dewasa dan terikat pernikahan kamu juga punya tanggung jawab. Aku juga punya ketiga hal itu" . "Mas, kamu selalu mengatakan kepadaku, kalau melakukan sesuatu harus berfikir 2 kali akan resikonya. Dengan memasukkan pemijat itu dan dia mampu memasukkan celana dalamnya dicucianmu, berarti kamu adalah orang yang tidak berfikir dua kali. Itu namanya tidak konsisten dengan kata2 mu sendiri. Untung 'cuma' celana dalam, urusanmu hanya dengan aku. Coba kalau narkoba? " Terlihat suami Lastri sangat kaget. " Terimakasih Bu, sudah mengingatkanku". Lanjut Lastri " Besok lagi, kalau mau pijat, pergi saja ke tempat pemijatan yang jelas", pungkas istrinya.

  Tentang kami

Kami adalah sekelompok alumni UGM yang terwadah di dalam Kagama.

  Gambar Terakhir
  Hubungi Kami
  KAGAMA Office

TBD.

Tel : -
Email : [email protected]
TBD.